Selang sehari sebelumnya, kami para calon praktikan PPL yang berjumlah
23 orang dijadwalkan untuk bersama-sama memulai melakukan observasi. Rencana
awal berangkat pagi-pagi sekitar pukul 08.00 WIB, sedang seluruh bapak-bapak
yang kebetulan berjumlah tiga orang ditunjuk sebagai tim awal dan berangkat
pukul 07.00 WIB. Mendekati pukul 08.00 ada pesan singkat dari pak koordinator
yang mengabarkan sesuatu yang sepertinya amat sangat genting berbunyi,
"kita kumpul sekarang di mesjid iqomah, tidak jadi ke sekolah. wajib ada
semua. gawat". Pesan singkat bernada mencemaskan itu pun kami gubris
dengan langsung melangkahkan kaki sesuai dengan intruksi pesan singkat pak
koordinator.
Tiba di iqomah sudah banyak rekan-rekan lain yang tengah menunggu dengan
mimik wajah yang hampir seragam, cemas. Pak koordinator lalu membuka
perkumpulan, kemudian dengan santainya membalas tatapan cemas kami dengan
senyum simpul penuh teka teki, dan pada akhirnya menyatakan bahwa sebetulnya ia
hanya akan mengabarkan bahwa kita mendapat respon baik dan hangat dari pihak
SMAN 26. Huft! Saya menarik nafas pelan lalu mengedarkan pandangan pada rekan-rekan
saya yang kesemuanya tengah mengelus dada, menahan rasa gemas dan siap
melontarkan sekedar kata "hhuuuu" lalu tergelak berbarengan. Hhaha,
kami kira yang akan disampaikan itu sesuatu yang dapat membuat spot jantung
saking buruknya kabar yang didengar, eh ternyata malah sebaliknya, respon salah
satu rekan saya. & saya pun hanya mengiyakan seraya menggerutu pelan. heu,
Selain itu ternyata masih ada kabar lain, yakni perihal pembukaan PPL
kami yang jadwalnya harus dimajukan menjadi esok hari! Oalaah.. yg ini baru
spot jantung. heheu, tapii, kabar ini kami rasa sangat positif, mengingat jika
tidak besok, maka pembukaan harus diundur jauuuuh-jauh hari yaitu ba'da
lebaran, ketika masuk sekolah nanti. Tentu saja kami tidak ingin terlalu
menguur-ngulur waktu, sehingga rekomendasi dari sekolah untuk melakukan
pembukaan PPL besok kami terima dengan konsekuensi kami harus segera bergerak
menghubungi para dosen pembimbing agar dapat hadir di acara pembukaan besok.
Beruntung, untuk hal-hal teknis semisal susunan acara, design banner dan
seragam batik telah kami bicarakan sehari sebelumnya, sehingga untuk sekarang
hanya tinggal memfixkan beberapa hal saja.
Akhirnnya, hari 'H' pun tiba. Kami para calon guru praktikan telah
berdandan se'perfect mungkin karena ini kali perdana kami mengunjungi sekolah
yang akan menjadi tempat kami mengabdi selama lebih kurang dua bulan lamanya.
Tentu saja kesan pertama haruslah bernilai positif, dan ini dapat kami tunjukan
salah satunya dengan keseragaman kami bak Ibu Bapak guru sungguhan dengan
balutan batik bearoma 'toko'. Maklum, setelah dibeli tidak sempat dicuci dulu
dan langsung main pakai saja. hehe,
Sesuai intruksi pak koordinator, kami berkumpul di depan gedung rektorat
pukul 06.30 WIB yang molor menjadi pukul 07.00 WIB. Jeprat-jepret barang
sebentar lalu satu persatu mulai berangkat dengan menaiki sepeda bermesin bak
sedang konvoi. Lokasi SMAN 26 terbilang tidak terlalu jauh karena jika dari
kost'an saya tinggal naik motor lurus saja ke atas, ke daerah manglayang. Tiba
disana, kami tidak langsung masuk, tetapi menunggu dulu teman-teman lain yang
masih di perjalanan. Setelah komplit, kami digiring menuju mesjid yang akan
menjadi TKP (Tempat kejadian Pembukaan) PPL kami. :D Tapi kemudian ada intruksi
bahwa tempat pembukaan dialihkan menjadi di ruangan rapat guru. Banner atau
spanduk yang direncanakan akan dipajang pun tidak dipakai karena bisa
menggunakan media infocus. dan karena diantara kami tidak ada yang membawa
laptop ataupun notebook, maka saya mengajukan diri untuk menggunakan notebook
saya saja, lalu meminta izin untuk mengambil notebooknya di kost'an, diantar
oleh Bu Rere.
Hal-hal teknis telah selesai dipersiapkan. Sekarang hanya tinggal
mengeksekusi acara saja agar berjalan lancar nan khidmat. Tetapi, waktu pembukaan
yang dijadwalkan pukul 09.00 WIB ternyata baru dapat dimulai pada pukul 09.15
WIB, agak sedikit ngaret disebabkan kepala SMAN 26 masih dalam perjalanan.
Namun begitu kami bersyukur karena para dosen pembimbing dapat meluangkan waktu
untuk hadir di acara pembukaan PPL kelompok 28 di SMAN 26 Bandung, pun dengan
para guru di SMAN 26 yang antusias menghadiri acara pembukaan PPL kami.
Acara pun dimulai. Bu Anty yang bertindak sebagai MC formal membuka
acara dengan bacaan basmallah, dilanjutkan dengan pembacaan ayat-ayat suci
al-Qur'an yang dibacakan dengan anggun oleh Bu Rere. Setelah itu prakata
pertama dari koordinator PPL kel. 28, yaitu Pak Agung yang melaporkan jumlah
mahasiswa praktikan beserta jurusannya masing-masing, dimana untuk mahasiswa
praktikan di SMAN 26 berjumlah 23 orang yang berasal dari tiga jurusan, yaitu
jurusan Pendidikan Agama Islam (PAI), jurusan Pendidikan Bahasa Inggris (PBI),
dan jurusan PMIPA (Pendidikan Fisika, Pendidikan Kimia, dan Pendidikan
Biologi).
Prakata selanjutnya yaitu dari perwakilan dosen pembimbing yang berisi
petuah-petuah teruntuk kami para praktikan, sekaligus secara tersirat
menyerahkan kami kepada pihak sekolah. Pihak sekolah pun merespon penyerahan
kami para praktikan dalam prakata yang diwakili oleh Bapak Kepala sekolah.
Secara tersirat pihak sekolah menerima kami dengan hangat dan lapang dada
(lho..? hehe). Seperti yang dituturkan oleh Bapak Kepala Sekolah, bahwa SMAN 26
ini tengah naik-naiknya, tengah mendidik para peserta didik agar banyak meraih
prestasi. Harapan Bapak Kepala Sekolah sendiri yaitu minimalnya prestasi yang
tengah dibangun dan dirintis ini tetap ak.a. tidak menurun, dan
syukur-syukurnya dengan kehadiran kami para praktikan dapat semakin melejitkan
prestasi para peserta didik di SMAN 26. Inilah.. inilah amanah yang harus kami
pegang dan kami emban di pundak kami. Tidak mudah menjadi seorang pendidik,
terutama bagi kami yang masih 'awan' dalam dunia kependidikan ini. Awam dalam
arti kata terjun langsung ke kelas dengan puluhan mata menatap kami dengan
pandangan haus akan ilmu. Tapi, bukankah tidak ada yang tidak mungkin? Sikap
optimistislah yang harus kami sugestikan selalu.
Acara dilanjutkan dengan penandatangan MOU oleh perwakilan dosen
pembimbing atas nama Dekan Fakultas Tarbiyah dan Keguruan, lalu penyerahan buku
panduan PPL dari perwakilan dosen pembimbing ke pihak sekolah yang diwakili
oleh Bapak Kepala Sekolah. Ba'da itu, pembukaan secara simbolik ala-ala kimia
pun dilakukan oleh pihak Sekolah dengan menyemprotkan cairan berwarna kuning
kunyit ke kertas karton berwarna putih yang telah dibentangkan sehingga
munculah kalimat "Pembukaan PPL 2014 di SMAN 26 Bandung". Bravo!
Tepuk tangan pun bergema riuh.
Rangkaian acara terakhir yaitu do'a yang dibacakan oleh Pak Riski dan
kami meng'aamiinkan. Acara pun ditutup dengan bacaan hamdallah.
Alhamdulillah....
Selang waktu setelah pembukaan, kami diintruksikan agar jangan dulu
bubar karena akan ada beberapa arahan dari wakasek bidang kurikulum, sebut saja
Pak Dodi. Ada beberapa point penting yang disampaikan, diantaranya yaitu
mengenai kurikulum 2013 yang sudah mulai diterapkan, kiat-kiat sukses mengelola
kelas, penjelasan mengenai guru pamong kami masing-masing, jadwal piket dan
tugas-tugasnya, serta sekilas tentang laporan kegiatan yang harus diserahkan ke
pihak sekolah per masing-masing mahasiswa.
Berbicara mengenai guru pamong, setelah arahan dari wakasek bidang
kurikulum, kami selanjutnya menemui guru pamong kami masing-masing. Untuk
biologi sendiri, guru pamongnya ada dua guru, yaitu Bu Edah dan Bu Rosita. Usut
punya usut, Bu Edah itu Ibunya a Rifki, Ketum HMPB tahun lalu.
Karena guru pamongnya ada dua, maka dilakukanlah pengocokan ala-ala
arisan, dan tarraaa... tiga orang rekan saya yaitu Bu Silvia kuadrat dan Bu
Puspa, guru pamongnya adalah Bu Edah. Sedang sisanya yaitu saya dan Bu Sari
Devi, guru pamongnya adalah Bu Rosita. Fyuuh.. Saya bersyukur karena ternyata
kelas yang dipegang oleh Bu Rosita adalah kelas X dan XII. Namun karena
praktikan tidak dimungkinkan mengajar kelas XII, maka otomatis kami (saya dan
Bu sari) diberikan amanah untuk mengajar di kelas X. Itu pun hanya satu kelas.
Berbeda dengan tiga rekan saya lainnya yang harus mengajar di dua kelas (kelas
XI), di bonusi harus membuat RPP selama satu tahun pula. Wuiih, ganbatte deng
ya kawan-kawan ^_^
Yosh.. aroma-aroma RPP dan segala pernak-perniknya sudah amat sangat
menyengat. Manfaatkan jeda waktu lebih kurang dua minggu untuk mengkredit
menyelesaikan apa-apa berkenaan dengan KBM yang dimulai awal agustus mendatang.
Tiada kata menunda-nunda pekerjaan (lagi), yoo.. Selesaikan dengan anggun. :)
Bandung, 15 Juli 2014

















