Satu Klik Lebih Dekat

Senin, 21 Juli 2014

Tangis dan Air Mata


Saat hatiku gundah dan resah,
Engkau menemaniku tanpa banyak kata.
Engkau hadir di sana,
Memupus gundah dan resahku.

Saat aku bersedih dan bersendu hati,
Engkau menemaniku tanpa enggan.
Engkau hadir di sampingku,
Mengurangi sedih dan senduku.

Saat aku merasakan pedih dan perih merobek-robek jantungku,
Engkau menemuiku tanpa ku pinta.
Engkau hadir di diriku,
Menghapus pedih dan perihku.

Saat aku sakit dan terluka,
Engkau menungguiku dengan tenang.
Engkau hadir di relung dadaku,
Mengobati sakit dan lukaku.

Saat aku marah dan kecewa,
Engkau mendatangiku tanpa pesan.
Engkau hadir di sudut jiwaku,
Tuntaskan marah dan kecewaku.

Saat aku merasa terenyuh dan kasihan,
Engkau bersamaku dalam diam.
Engkau hadir di kedalaman nuraniku,
Menampung terenyuh dan kasihku.

Saat aku takut dan berbuat salah,
Engkau menujuku cepat-cepat.
Engkau hadir di ruang hatiku,
menjagaku dari penyesalan berkepanjangan

Menjagaku untuk tidak tenggelam dalam ketakutan.
Bahkan saat aku terharu dan bahagia, engkau pun turut bersamaku.
Engkau ada di sini, mewujudkan buncah bahagia dan haruku.
Diam-diam engkau merembes di sudut mataku, resapkan resah dan gundahku.

Pelan-pelan engkau menetes dari kelopakku..
Tiriskan sedih, sendu, pedih dan perihku.
Engkau meleleh di pipiku..
Hanyutkan sakit dan lukaku.
Engkau membasahi wajahku..
Larutkan marah dan kecewaku.
Engkau mengalir ke daguku..
Luruhkan terenyuh dan kasihanku.
(Azi)
<<<>>> 

Tangis, engkau menjadi simbol atas segala ekspresiku.
          Engkau menjadi tanda saat aku bahagia. Engkau menjadi temanku saat aku gembira. Engkau selalu ada saat aku takut, saat aku sedih, saat aku senang, saat aku haru, saat aku sakit, saat aku jatuh cinta, saat aku gembira, saat aku bahagia dan saat semua saat lainnya. Tangis, engkau selalu ada di segala rasaku.
          Jika tidak menangis saat aku sedih, pedih, perih, dan terluka, semua beben itu akan menggerogoti hidupku hingga aku mati rasa, kemudian gila. Jika tidak menangis saat aku marah, mungkin aku akan melukai diriku sendiri, orang lain, ataupun merusak benda-benda di sekelilingku. Jika tidak menangis saat aku gembira, mungkin aku akan menjadi sosok sombong yang membusungkan dada. Jika tidak menangis saat haru dan bahagia, mungkin aku akan menjadi sosok yang tidak bersyukur atas apa yang dimilikiNya.
          Denganmu, aku lebih dapat berlapang dada. Denganmu, akan tersingkirkan segala beban jiwa. Denganmu, dadaku menjadi lega. Denganmu, aku dapat meluluhkan gejolak jiwa. Denganmu, aku dapat menikmati setiap luka.
          Engkau ada saat yang lain tiada. Engkau yang paling awal tiba, saat saat kerabat dan sahabat tiada dekat. Engkau ada di setiap peristiwa saat yang lain sibuk dengan urusannya. Engkau menemaniku dimanapun jua, tidak peduli sedang apa atau bagaimana.
          Aku tidak tahu apa jadinya diriku tanpamu karena hanya engkau yang benar-benar dapat mengerti aku. Engkau selalu mendengar keluhku tanpa membalas dengan kesah karena hanya engkau yang dapat memehamiku. Engkau tidak pernah enggan menampung bebanku tanpa merecokiku dengan berbagai alasan. Engkau selalu bersedia mendengarkanku tanpa rewel menasihatiku.
          Aku bersyukur allah menciptakanmu dan menjadikanmu bagian dari hidupku. Aku berterima kasih karena engkau adalah sahabat sejatiku. Oleh karena itu, jangan engkau pergi dariku. Jika engkau meninggalkanku, aku patut bertanya, “Apakah aku masih memiliki hati dan nurani?”
          Jika seorang manusia tidak lagi dapat menangis, patutlah dia menangisi ketidakmampuannya untuk menangis karena jangan-jangan itu pertanda hatinya telah mati.

#suatu waktu
melepas semua keping yang menyerpih
dengan tangis dan air mata

*karena Aku Begitu Cantik*
(Mbak Azimah Rahayu)

0 komentar:

Posting Komentar