Satu Klik Lebih Dekat

This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Sabtu, 22 Maret 2014

Menyulam memoriam

Malam yang penuh dengan lamunan. Renungan.
Tak ada yang kulakukan selain mencoba menyulam kepingan dan serpihan akan memori yang telah berlalu.
Alunan melodi-melodi yang sengaja kuputar sebagai penghilang sepi dan lara pun tak elak dan benar-benar hanya sekedar sebagai penghilang senyap saja.

Kisah.. Memoriam.

Tarian uzi malam ini.. Kala memoriam berkelebat mengusikku.
Segalanya.. segala hal yang telah terjadi sehari, seminggu, sebulan, setahun, bahkan belasan tahun yang lalu itu terekam jelas dalam memoriku.
Bak piringan hitam, mozaik-mozaik itu full memenuhi ruang ingatanku.
Kisahku, kisahnya, kisah mereka, kisah kita....

*Bersambung
:D

Menjadi Agen Muslim yang Baik..

Menjadi agen muslim yang baik..
Kalimat yang kuadaptasi dari novel favoritku itu terlontar kala kulewati dan kutunaikan panggilan maghribnya dengan beruraikan buliran larutan berperasa asin yang turun dari alat penglihatanku.
Entahlah.. Kala itu waktu terasa berhenti berputar dan aku bisa dengan sebebas-bebasnya menggunakan detik demi detiknya untuk sekedar mengeluarkan dan melampiaskan segala sesak yang mengungkungku sehari kemarin.
Segala hal yang menghimpit dan segala hal yang kurindu aku curahkan disana. Selama mungkin kugunakan waktu mesraku bersamaNya. Tak 'kan kusia-siakan lagi seperti waktu itu.. Waktu dimana sang waktu itu sendiri sering kuabaikan. Waktu dimana segala peluang kebaikan banyak kuabaikan..
Bersebrangan dengan kalimat terakhir yang kukatakan, sepertinya tak sengaja tadi kusebutkan satu kata penuh emosi naluriah. Rindu. Benar bukan aku tadi mengatakan hal-hal yang berkaitan dengan rindu? Rindu apa sebetulnya yang membuatku 'rela' mengatakannya secara gamblang macam ini? Rindu pada kekasihkah? Rindu belaian kasihnyakah? Hmm.. tentu saja bukan.
Rindu ini rindu yang murni, sobat. Rindu yang suci.. Rindu akan sesuatu yang dulu menghantarkan saya pada satu lini yang jauh dan jelas sekali perbedaanya dengan sekarang. Lebih tepatnya sosok saya yang sekarang. Apakah gerangan? Biarlah hati kecil saya yang menjawab dan didawamkan olehNya. :)
Namun ada satu yang pasti seperti sentences yang saya katakan di awal, menjadi agen muslim yang baik, setidaknya untuk diriku sendiri, dan selebihnya untuk orang banyak, maka restuilah niat tulus saya ini.. Niat yang lahir dari keprihatinan saya terhadap kondisi qalbu saya sendiri.. terhadap kondisi ruhani saya yang compang-camping.. terhadap baterai keimanan saya yg sudah saatnya dan bahkan harus segera di charge.
Bismillah.. dengan menyebut asmaNya,
Kini, kukiblatkan (kembali) hatiku seutuhnya padaMu..
Kini, kutadahkan tanganku padaMu tuk memohon segala maghfirah.. AmpunanMu..
Kini, hanya ayat-ayat cintaMulah pedomanku dalam melangkah..

Aamiin Allahumma Aamiin..


ditengah kumandang Isya, 22 Maret 2014
-Insan dhoif yang tengah merangkak mendekatiMu..

Petualang Munfarid

Petualang Munfarid

Tak terbendung asa untuk melangkahkan kaki menuju majelis ilmu.. Majlisnya lautan buku-buku terhampar.. Majlis yang bisa membuat dahagaku berkurang. Walaupun tiada yang menemani a.k.a sendiri a.k.a munfarid, hal itu tidaklah mengurungkan niat saya untuk melandingkan apa yang telah saya niatkan. #Bahasaanyaa.. :D Iyalaah.. sebagai seorang yang tinggal lebih kurang tiga tahun disini, seharusnya sikap mandiri sudah melekat pada diri saya. "Seharusnya". Kau tau kan maksudnya..? hihi
Dan Alhamdulillah perjalanan dari semenjak berangkat sampai pulang diberi kelancaran olehNya.. Pas mau mangkat, damrinya sudah menunggu. Sewaktu pulang, angkot-angkot hilir mudik. Tak mubazir waktu, bukan? :) hehe,
Begitulah kisah kasih saya satu hari ini. Bulak-balik subak-sibuk, *eh enggak ya, memilah-milah jendela dunia (baca: buku) yang hendak saya pinjam. Sampai di home sweet mini home yaa segera saja saya sikaat isi si jendela dunia itu. Tambah ilmu tambah cantik kan ya? *eeh
Bertemu lagi di kisah kasihnya sang kasih next edition yaa...
Duadaah.. Tralalaa trililii... #AppaSiiUzii.. ckckck

NB:
Harap dimaklum. Si empunya emblog sedang terbagi pikirannya antara baca dan nulis. Tulisannya jadi 'agak-agak' amburadul begindang, deng. So, maklumi yaa... :D
#Ngeles, xixi