Menjadi agen muslim yang baik..
Kalimat yang kuadaptasi dari novel favoritku itu terlontar kala kulewati dan kutunaikan panggilan maghribnya dengan beruraikan buliran larutan berperasa asin yang turun dari alat penglihatanku.
Entahlah.. Kala itu waktu terasa berhenti berputar dan aku bisa dengan sebebas-bebasnya menggunakan detik demi detiknya untuk sekedar mengeluarkan dan melampiaskan segala sesak yang mengungkungku sehari kemarin.
Segala hal yang menghimpit dan segala hal yang kurindu aku curahkan disana. Selama mungkin kugunakan waktu mesraku bersamaNya. Tak 'kan kusia-siakan lagi seperti waktu itu.. Waktu dimana sang waktu itu sendiri sering kuabaikan. Waktu dimana segala peluang kebaikan banyak kuabaikan..
Bersebrangan dengan kalimat terakhir yang kukatakan, sepertinya tak sengaja tadi kusebutkan satu kata penuh emosi naluriah. Rindu. Benar bukan aku tadi mengatakan hal-hal yang berkaitan dengan rindu? Rindu apa sebetulnya yang membuatku 'rela' mengatakannya secara gamblang macam ini? Rindu pada kekasihkah? Rindu belaian kasihnyakah? Hmm.. tentu saja bukan.
Rindu ini rindu yang murni, sobat. Rindu yang suci.. Rindu akan sesuatu yang dulu menghantarkan saya pada satu lini yang jauh dan jelas sekali perbedaanya dengan sekarang. Lebih tepatnya sosok saya yang sekarang. Apakah gerangan? Biarlah hati kecil saya yang menjawab dan didawamkan olehNya. :)
Namun ada satu yang pasti seperti sentences yang saya katakan di awal, menjadi agen muslim yang baik, setidaknya untuk diriku sendiri, dan selebihnya untuk orang banyak, maka restuilah niat tulus saya ini.. Niat yang lahir dari keprihatinan saya terhadap kondisi qalbu saya sendiri.. terhadap kondisi ruhani saya yang compang-camping.. terhadap baterai keimanan saya yg sudah saatnya dan bahkan harus segera di charge.
Bismillah.. dengan menyebut asmaNya,
Kini, kukiblatkan (kembali) hatiku seutuhnya padaMu..
Kini, kutadahkan tanganku padaMu tuk memohon segala maghfirah.. AmpunanMu..
Kini, hanya ayat-ayat cintaMulah pedomanku dalam melangkah..
Aamiin Allahumma Aamiin..
ditengah kumandang Isya, 22 Maret 2014
-Insan dhoif yang tengah merangkak mendekatiMu..