Satu Klik Lebih Dekat

This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Minggu, 23 Maret 2014

3M (MAGIC MEMORY for MUSLIM)


Buah karya dari kang Erwin Kurnia Wijaya ini saya recomended bingits deng buat rekan. Lho, lho, lho? Kok ya langsung maen promotion begitu ya saya ya? Macam sales sajah. ;D
Eeh, jangan salah.. saya langsung begituh bukan tanpa alasan, sobit *eh sobaat.. Buku satu ini memang Subhanallah sekali. Saya yang dari kemarin-kemarin kesusahan mencari solusi akan masalah saya yang pelik ini, that is problem about remember. Yeah, pelik sekali bukan masalah yang tengah saya hadapi. Berkaitan dengan memori, sob.. ingatan. Kemampuan berpikir. Kemampuan menyimpan data. Kemampuan ini yang saya rasa semakin memudar, padahal umur saya baruuu sajeu menginjak kepala dua. Pelik sekali kan ya masalahnya? Hhuhu..
KIta tahu kalo yang namanya masalah itu adalah kesenjangan antara harapan dan kenyataan. Jika harapan saya adalah mampu mengingat segalanya dengan sempurna, lantas yang terjadi dalam true of life adalah sebaliknya, maka memang benar adanya bahwa ada sesuatu yang salah disini. Kita menamakannya masalah. Namun, bukankah setiap masalah itu pasti ada solusinya, bak semua penyakit di dunia ini yang pasti punya penawar a.k.a obatnya? Keyz, kita batasi disini. Bersama dengan munculnya masalah, ada solusi yang seyogyanya harus sedia saya jemput, kita usahakan. Wiiih, indah benar ya ini quote..? Siape dulu, uzi yang nulis.. Hhihi, ujung-ujungnya malah riya'. Tak patut dicontoh ya sobit *eh sobat ;D
Nah, akhirnya perjalanan saya kemari ke majlis ilmu yg saya katakan petualang munfarid thea menghantarkan saya untuk bertemu dengan buku bercover merah ini. Dahsyatne' poll deng sobit. Baruu aja saya baca kurang dari seperempatnya, buku ini sudah mampu menyedot saya untuk teruss membaca non-stop sampai akhir saking seronoknya. Tapi, karena ada hal lain yang harus saya kerjakan, pada akhirnya saya membaca buku ini pakai metoda nyicil alias kredit. :D Tapi Insya Allah 3 hari atau sampai buku ini saya kembalikan, isinya akan sudah saya baca keseluruhan. #Lammaa benerrr.. xixi
So, seperti yang utarakan diawal, buku ini saya recomended sekali untuk para sobit *eh sobat yang juga mengalami masalah yg idem seperti saya. Buku terbitan Salamadani ini insyaAllah akan membantu para sobat untuk mengentaskan kesenjangan yang sedari duluu mungkin  mengungkung pikiran para sobit. hehe, Isinya yang segar & nda monoton juga sangat apik telah berhasil disuguhkan dalam buku ini. Pokok'e, saya recomended bingits deng.. ^__^


Bandung, 23 Maret 2014
Mencuri waktu disela-sela prepare UTS

Sabtu, 22 Maret 2014

Menyulam memoriam

Malam yang penuh dengan lamunan. Renungan.
Tak ada yang kulakukan selain mencoba menyulam kepingan dan serpihan akan memori yang telah berlalu.
Alunan melodi-melodi yang sengaja kuputar sebagai penghilang sepi dan lara pun tak elak dan benar-benar hanya sekedar sebagai penghilang senyap saja.

Kisah.. Memoriam.

Tarian uzi malam ini.. Kala memoriam berkelebat mengusikku.
Segalanya.. segala hal yang telah terjadi sehari, seminggu, sebulan, setahun, bahkan belasan tahun yang lalu itu terekam jelas dalam memoriku.
Bak piringan hitam, mozaik-mozaik itu full memenuhi ruang ingatanku.
Kisahku, kisahnya, kisah mereka, kisah kita....

*Bersambung
:D

Menjadi Agen Muslim yang Baik..

Menjadi agen muslim yang baik..
Kalimat yang kuadaptasi dari novel favoritku itu terlontar kala kulewati dan kutunaikan panggilan maghribnya dengan beruraikan buliran larutan berperasa asin yang turun dari alat penglihatanku.
Entahlah.. Kala itu waktu terasa berhenti berputar dan aku bisa dengan sebebas-bebasnya menggunakan detik demi detiknya untuk sekedar mengeluarkan dan melampiaskan segala sesak yang mengungkungku sehari kemarin.
Segala hal yang menghimpit dan segala hal yang kurindu aku curahkan disana. Selama mungkin kugunakan waktu mesraku bersamaNya. Tak 'kan kusia-siakan lagi seperti waktu itu.. Waktu dimana sang waktu itu sendiri sering kuabaikan. Waktu dimana segala peluang kebaikan banyak kuabaikan..
Bersebrangan dengan kalimat terakhir yang kukatakan, sepertinya tak sengaja tadi kusebutkan satu kata penuh emosi naluriah. Rindu. Benar bukan aku tadi mengatakan hal-hal yang berkaitan dengan rindu? Rindu apa sebetulnya yang membuatku 'rela' mengatakannya secara gamblang macam ini? Rindu pada kekasihkah? Rindu belaian kasihnyakah? Hmm.. tentu saja bukan.
Rindu ini rindu yang murni, sobat. Rindu yang suci.. Rindu akan sesuatu yang dulu menghantarkan saya pada satu lini yang jauh dan jelas sekali perbedaanya dengan sekarang. Lebih tepatnya sosok saya yang sekarang. Apakah gerangan? Biarlah hati kecil saya yang menjawab dan didawamkan olehNya. :)
Namun ada satu yang pasti seperti sentences yang saya katakan di awal, menjadi agen muslim yang baik, setidaknya untuk diriku sendiri, dan selebihnya untuk orang banyak, maka restuilah niat tulus saya ini.. Niat yang lahir dari keprihatinan saya terhadap kondisi qalbu saya sendiri.. terhadap kondisi ruhani saya yang compang-camping.. terhadap baterai keimanan saya yg sudah saatnya dan bahkan harus segera di charge.
Bismillah.. dengan menyebut asmaNya,
Kini, kukiblatkan (kembali) hatiku seutuhnya padaMu..
Kini, kutadahkan tanganku padaMu tuk memohon segala maghfirah.. AmpunanMu..
Kini, hanya ayat-ayat cintaMulah pedomanku dalam melangkah..

Aamiin Allahumma Aamiin..


ditengah kumandang Isya, 22 Maret 2014
-Insan dhoif yang tengah merangkak mendekatiMu..

Petualang Munfarid

Petualang Munfarid

Tak terbendung asa untuk melangkahkan kaki menuju majelis ilmu.. Majlisnya lautan buku-buku terhampar.. Majlis yang bisa membuat dahagaku berkurang. Walaupun tiada yang menemani a.k.a sendiri a.k.a munfarid, hal itu tidaklah mengurungkan niat saya untuk melandingkan apa yang telah saya niatkan. #Bahasaanyaa.. :D Iyalaah.. sebagai seorang yang tinggal lebih kurang tiga tahun disini, seharusnya sikap mandiri sudah melekat pada diri saya. "Seharusnya". Kau tau kan maksudnya..? hihi
Dan Alhamdulillah perjalanan dari semenjak berangkat sampai pulang diberi kelancaran olehNya.. Pas mau mangkat, damrinya sudah menunggu. Sewaktu pulang, angkot-angkot hilir mudik. Tak mubazir waktu, bukan? :) hehe,
Begitulah kisah kasih saya satu hari ini. Bulak-balik subak-sibuk, *eh enggak ya, memilah-milah jendela dunia (baca: buku) yang hendak saya pinjam. Sampai di home sweet mini home yaa segera saja saya sikaat isi si jendela dunia itu. Tambah ilmu tambah cantik kan ya? *eeh
Bertemu lagi di kisah kasihnya sang kasih next edition yaa...
Duadaah.. Tralalaa trililii... #AppaSiiUzii.. ckckck

NB:
Harap dimaklum. Si empunya emblog sedang terbagi pikirannya antara baca dan nulis. Tulisannya jadi 'agak-agak' amburadul begindang, deng. So, maklumi yaa... :D
#Ngeles, xixi

Jumat, 21 Maret 2014

KESAN PERDANA #MICROTEACHING


Deg deg.. deg deg..
Degup jantung nda karuan rasanya. Keringat dingin keluar. Rasa--rasanya kaki ini pun nda menginjak tanah. Ada apa gerangan? #Lebay :p
Hhaha, hiperbol memang kawan.. tapi ya maybe sepersekian persen dari feeling above this sentences memang saya rasakan jelang perform saya yang perdana dihadapan dosen pembimbing dan rekan-rekan satu kelompok saya @ Lab. Micro teaching.
Microteaching??  Ya, benul. Kamis minggu kemarin merupakan 'jatah' saya untuk melakukan proses pembelajaran skala kecil as latihan pertama dari tiga 'jatah' yang harus saya lewati. Microteaching perdana saya dengan materi yang WAW AMAZING sekali ini, that is HEREDITAS pada manusia. :D Tapi Alhamdulillah diberi kelancaran sampai akhir, kawaan.. setelah sebelumnya riweuh sana-sini nyiapin media, keblinger san-sini ngerevisi evaluasi de el el. Respon dari dosen pembimbing tak elak membuat saya tersenyum-senyum sendiri. "Aura gurunya sudah mulai muncul. Suaranya juga enak", kata Beliau. Subhanallah.. *tringtring. :D
Tapi tapi tapii.. setelah kau mengerjakan sesuatu, segeralah beralih untuk mengerjakan pekerjaan yang lain. Begitupun saya. Jangan terlena karena pujian yang terlontar, tapi harus berupaya lebih agar semua ekspektasi dapat tercapai. InsyaAllah.. SEMANGKA selalu, cantik ^^

#Tanya Mengapa

tengah risau... #tanya mengapa
tengah diselimuti ketidaktenangan.. #tanya mengapa
tengah sesak.. #tanya mengapa
tengah tak menentu.. #tanya mengapa
tengah tak tentu arah.. #tanya mengapa
tengah bad feeling.. #tanya mengapas

Berharap semua feeling (-) itu HILANG nan LENYAP TAK BERBEKAS

Allah.......................
KepadaMu berpulang segala resah............

Senin, 17 Maret 2014

Yu' ah berdayakan lagi blognya

Yu' ah berdayakan lagi blognya
Udah pertengahan maret hey.. Terakhir ngepost kapan wa tentang apa, neng uzi? Lali kan..? Weleh weleh..

Yu' ah berdayakan lagi blognya
Tulis apapun yang terlintas, dan jangan melintasi apapun jika sedang muden tak berpikir apa-apa. Empty. Lho, kok..? Bingung-bingung. hihi

Yu' ah berdayakan lagi blog nya
Jangan kosong melompong macam tu..

Yu' ah berdayakan lagi blog nya
Yu' ah berdayakan lagi blog nya
Yu' ah berdayakan lagi blog nya

^_^