Satu Klik Lebih Dekat

This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Rabu, 15 April 2015

Nikmatilah Lelah

Menyenangi lelah.. Menikmati lelah..
Dua hari belakangan ini lelah seolah enggan berpaling dariku.
Menyibukkan diri, karena memang sudah seharusnya seperti itu.
Jangan biarkan si diri terbuai oleh nyamannya diam.

Salah Kaprah

Pernah terlintas di benakku jika aku di amanahi wajah yang katakanlah jelita, maka aku hidup dengan penuh kepercayaan diri dan seolah-seolah dapat melakukan apapun.
Are you agree with that statement?
Aku sendiri yang memikirkan itu dulu, ketika sekarang memikirkannya lagi hanya bisa geleng-geleng kepala dengan dibumbui sedikit senyuman miris. Ya, miris. Miris dengan pemikiranku yang sebegitu dangkalnya kala itu. Entahlah, mungkin kala itu aku sedang berada pada zona selabil-labilnya zona. Bisa karena jerawat membandel yang seakan tidak pernah mau beranjak dari kulit wajahku selepas aku puber sampai sekarang ini. Entah karena ada hal lain yang membuatku down.
dan..... aku melupakan alasan penting kenapa aku sampai hati memiliki pemikiran seperti tersebut di awal pernyataan. Setidaknya dengan aku mengetahui alasannya, aku bisa memperbaiki pernyataan itu dengan melakukan sesuatu hal yang dapat menangkis pernyataan tersebut.

Selepas Vakum

CELOTEH UZI

Vakum untuk kali kesekian dalam rentang waktu sekian sedikit membuatku amnesia dalam tanda kutip. Ya, melupakan segala hal yang seharusnya kukerjakan. Gairah untuk menulis pun sedikit menurun atau bahkan mungkin memang sudah sangat menurun. Kalau misalnya dulu itu selalu ada sensasi menggebu-gebu di awal fase lalu setelahnya adalah berdebu, maka dalam beberapa bulan ini justru melewatkan fase menggebu-gebu tersebut dan langsung saja bruk berdebu. Ampuunn... Entah apa yang membuatku menjadi seorang yang amat sangat hiberner ini -baca: orang yang senang diam tanpa melakukan apapun dalam rentang waktu yang lama aka pemalas-, huhuu..
Menulis adalah hal yang dulu setidaknya pernah kuniatkan untuk kulakoni. Berharap tetiba tercipta mahakarya yang melesatkan namaku dan membuatku dikenal oleh banyak orang. Namun, hal itu hanyalah sekedar khayalan yang hanya khayalan. Butuh aksi untuk mewujudkannya, dan bukan hanya diam seperti halnya yang aku lakukan beberapa bulan belakangan ini. Padahal semua sel-sel otakku telah meyakini bahwa si aku ini adalah seorang mahasiswi tingkat akhir yang sepatutnya sudah mulai aktif bertempur dengan serangkaian proses-proses bimbingan, mulai akrab dengan aktivitas gudag-gidig kesana kemari mencari referensi, menelanjangi gunungan buku, menikmati waktu sampai-sampai tidak bisa membedakan mana siang hari maupun malam hari, makan sekenanya, dan lain lain. Terlihat ekstrem dan sangat mengerikan ya? hehe,
Tentu pada kenyataannya tidaklah sehorror itu, karena jika telah dijalani, sesulit apapun rintangan yang ada, dengan optimisme dan ikhtiar yang maksimal pasti akan terlewati. Right..? ^^
Hari ini, dengan niat change of my mindset, maka kutuliskan beberapa hal yang dulu pun sebenarnya sudah sering kutulis. Sejenis target yang harus kulakukan beberapa bulan kedepan dan semoganya menjadi kebiasaan baik yang berubah menjadi tabiat, that is: