Satu Klik Lebih Dekat

Senin, 21 Juli 2014

Jikalah pada Akhirnya..

Kawan, pernahkah engkau merasakan sebuah penderitaan yang sangat? Barangkali rasanya seperti ingin mati saja, ya! Seperti apa, sih, rasanya ditinggal oleh seseorang yang kita cintai? Mungkin kita akan meratap berhari-hari, mengenang masa-masa bersamanya, dan berharap semua yang telah berlalu kembali lagi, berangan-angan andai mereka tidak pernah pergi.
Kawan, bagaimana rasanya diliputi benci dan marah? Ah, dada dan kepala seperti mau meledak. Mungkin kita inginnya      memuntahkan segala kekesalan sepuas-puasnya. Kawan, pasti kita pernah gagal. Saat itu rasanya dunia sudah tertutup bagi kita. Tidak ada lagi semangat, apalagi tekad. Kita pun mendek, malas untuk bergerak lagi. kawan, semua kita pernah berbuat dosa. Sering kita sadar dan menyesal, tetapi kita tidak sanggup keluar daripadanya.
Kawan, saya percaya ketika waktu terus berjalan dan semua itu berlalu, engkau akan melihat dengan pandangan berbeda. Bisa jadi, engkau merasakan penderitaanmu dulu tidak sehebat yang engkau kira. Masih banyak orang lain yang  lebih menderita. Mungkin saja engkau akan melihat kemarahan dan kebencianmu tidaklah beralasan. Sangat boleh, kegagalanmu belum ada apa-apanya. Barangkali kesalahan dan dosa itu akan membuat kita bisa melihat dan menghayati kebenaran.
Kawan, seiring waktu berjalan, pikiran kita tumbuh, dan perasaan kita berubah. Jika demikian halnya, mengapa kita biarkan diri tenggelam, sedangkan ia akan menjadi masa lalu pada akhirnya? Jadi…

Jikalah derita akan menjadi masa lalu pada akhirnya,
Mengapa mesti di jalani dengan sepedih rasa,
Sedang ketegaran akan lebih indah dikenang nanti.

Jikalah kesedihan akan menjadi masa lalu pada akhirnya,
Mengapa tidak dinikmatai saja,
Sedang ratap tangis tidak akan mengubah apa-apa.

Jikalah luka kecewa akan menjadi masa lalu pada akhirnya,
Mengapa mesti dibiarkan meracuni jiwa,
Sedang ketabahan dan kesabaran adalah lebih utama.

Jikalah benci dan marah akan menjadi masa lalu pada akhirnya,
Mengapa mesti diumbar sepuas rasa,
Sedang menahan diri adalah lebih berpahala.

Jikalah kesalahan akan menjadi masa lalu pada akhirnya,
Mengapa mesti tenggelam di dalamnya,
Sedang tobat itu lebih utama.

Jikalah harta akan menjadi masa lalu pada akhirnya,
Mengapa mesti ingin dikukuhi sendiri,
Sedang kedermawanan justru akan melipatgandakannya.

Jikalah kepandaian akan menjadi masa lalu pada akhirnya,
Mengapa mesti membusung dada,
Sedang dengannya manusia diminta memimpin dunia.

Jikalah cinta akan menjadi masa lalu pada akhirnya,
Mengapa mesti ingin memiliki dan selalu bersama,
Sedang memberi akan lebih banyak memiliki arti.

Jikalah bahagia akan menjadi masa lalu pada akhirnya,
Mengapa mesti dirasakan sendiri,
Sedang berbagi akan membuatnya lebih bermakna.

Jikalah hidup akan menjadi masa lalu pada akhirnya,
Mengapa mesti diisi dengan kesia-siaan belaka,
Sedang begitu banyak kebaikan bisa dicipta.

*Seperti dikutip dalam buku “Karena Aku Begitu Cantik”
by Mbak Azimah Rahayu..
^.^

0 komentar:

Posting Komentar